Arti Penting Sebuah Thermometer dalam Proses Penetasan Telur

www.sentralternak.com, Mungkin dalam benak para pembaca bertanya-tanya mengapa kami menulis artikel dengan tema ini? Sebenarnya seberapa penting peranan thermometer dalam membantu keberhasilan proses penetasan telur? Atau apa akibat pada proses penetasan telur jika thermometer yang digunakan ternyata tidak akurat dalam pengukurannya? Kami menilai itu semua sangat wajar apalagi bagi penetas telur pemula yang belum mempunyai satu pengalaman pun dalam menetaskan telur. Untuk itu perlu kiranya kami sampaikan bahwa yang kami tulis ini adalah berdasarkan realita bukan hal yang mengada-ada. Realita baik dari pengalaman pribadi langsung maupun dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sekedar berbagi pengalaman, pernah suatu kali kami melakukan proses penetasan telur itik (kalau tidak salah), kami menggunakan thermometer yang sudah lama tidak terpakai. Kami beranggapan bahwa thermometer tersebut masih akurat sehingga suhu dalam mesin tetas pun berpedoman pada thermometer tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Telur tersebut sampai pada hari ke 31 belum ada yang menetas. Kami pun berusaha mencari tahu apa sebab yang membuat telur sampai tidak menetas. Usut punya usut kami menemukan penyebabnya bahwa thermometer yang kami gunakan suhunya tidak tepat yaitu lebih dari 2°C di bawah suhu normal. Ini kami buktikan ulang pada penetasan berikutnya di mana kami memakai thermometer yang lain dan suhu kami naikkan dan Alhamdulillah ternyata berhasil.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Penetasan Telur | Meninggalkan komentar

Peralatan Pendukung Penetasan

Teropong telur

kapsul thermostat

Thermostat

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tata Cara Penetasan Telur Itik

Memulai penetasan telur itik

http://www.sentralternak.com, Banyaknya pertanyaan yang masuk kepada kami tentang tata cara penetasan telur itik. Hal inilah yang menjadi motivasi kami untuk menuliskan tata cara penetasan telur itik walaupun hanya sebatas kemampuan dan pengalaman kami dalam bidang tersebut. Sebenarnya tata cara penetasan telur itik hampir sama dengan tata cara penetasan telur ayam. Perbedaan yang mencolok hanyalah  masalah waktu atau lama hari penetasan. Telur itik membutuhkan waktu sekitar 28 hari sedangkan telur ayam hanya butuh waktu sekitar 21 hari.  Berikut akan kami sajikan pengetahuan kami perihal tata cara penetasan telur itik meskipun kami bukanlah yang terbaik dalam hal ini. Mudah-mudahan yang kami berikan ini membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.Persiapan telur

  • Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik
  • Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang
  • Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis

Persiapan mesin tetas

  • Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli
  • Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
  • Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
  • Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah)

Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya.  Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :

Hari ke-1

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
  • Ventilasi ditutup rapat
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-2

  • Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-3

  • Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
  • Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar bayangan telur nampak lebih jelas.
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4

  • Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-5

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ½ bagian
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-6

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-7

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
  • Ventilasi dibuka seluruhnya

Hari ke-8 sampai ke-13

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-14

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas

Hari ke 15 sampai ke-20

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-21

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-22 sampai ke-25

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-26 sampai ke-27

  • Pembalikan telur dihentikan
  • Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus)
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari

Hari ke-28

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar
  • Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
  • Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

Catatan tambahan : hendaklah melakukan pendinginan telur minimal 2 kali sehari karena kalau melihat prilaku unggas yang mengerami telurnya maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya dan kalau diperhatikan hal tersebut kadang dilakukan setiap hari. Semoga bermanfaat.*(SPt)

Anda dapat mengcopy artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Aneka Mesin Penetas Telur

MESIN PENETAS TELUR SISTEM RAK PUTAR

Mesin penetas telur sistem rak putar adalah generasi terbaru alat penetas telur kapasitas kecil yang betujuan untuk mengoptimalkan efisiensi penetasan dengan teknik yang jauh lebih praktis dan mudah. Mesin penetas telur sistem rak putar merupakan inovasi terbaru yang menerapkan teknologi canggih dari mesin penetas kapasitas besar. Mesin penetas ini muncul tidak hanya berdasarkan pengalaman kami yang bertahun-tahun, namun juga berdasar atas permintaan dan suara konsumen.

Bahan yang digunakan adalah multiplex (kayu lapis) dan sebagai alternatif kami memakai MDF (medium Density Fiberboard) karena kedua bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga anda dapat menilainya sendiri. Multiplex dengan lapisan vinil di samping ringan, kuat, awet juga tahan terhadap air, tidak mudah berubah dalam kondisi panas maupun dingin juga dapat menyimpan panas secara maksimal.

Dengan ukuran yang bervariasi mesin ini sangat cocok untuk sarana penunjang penelitian, pengaplikasian teknologi tepat guna bagi yang ingin memulai usaha mandiri, dan lain-lain.

Keunggulan :

  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali operasi (handling) tanpa membalik dengan tangan satu persatu
  • Rak telur desain baru terbuat dari bahan full alumunium dengan ram profil “U” sangat baik dalam meratakan panas pada telur, tahan karat dan lebih higienis
  • Efisiensi penetasan (daya tetas) tinggi, 70-80% dengan mengikuti petunjuk dan prosedur yang benar, bisa dibandingkan dengan mesin penetas telur jenis lain
  • Pemanas darurat dengan pelat pemanas, cukup memakai lampu minyak kecuali untuk tipe C-500 dan C-1000
  • Kontrol panas otomatis dengan thermostat yang dapat distel dari luar mesin, dengan fluktuasi suhu hanya 1ºF
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur. Untuk telur itik dan ayam tidak perlu mengganti tray atau rak telur, sedang untuk telur puyuh, dara, perkutut, dan wallet perlu rak telur khusus
  • Desain lebih indah dan artistik
  • Harga yang murah dan terjangkau

Kode Produk ST (C-30)

Penetas telur C-30

  • Kapasitas maks 42 butir ayam kampung
  • Ukuran 30×30×32 cm
  • Daya Listrik 10 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Harga Rp 210.000,

Kode Produk ST (C-50)

Penetas telur C-50

  • Kapasitas maks 66 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 40×30×32 cm
  • Daya Listrik 10 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Harga Rp 230.000,-

Kode Produk ST (C-75)

Penetas telur C-75

  • Kapasitas maks 84 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 50×30×32 cm
  • Daya Listrik 20 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Harga Rp 260.000,-

Kode Produk ST (C-100)

Penetas telur C-100

Penetas telur C-100

  • Kapasitas maks 102 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 60×30×32 cm
  • Daya Listrik 20-30 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Harga Rp 280.000,-

Kode Produk ST (C-200)

Penetas telur C-200

  • Kapasitas maks 224 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 90×40×36 cm
  • Daya Listrik 40 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Harga Rp 410.000,-

Kode Produk ST (C-500)

Penetas telur C-500

  • Kapasitas maks 560 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 60×60×125 cm
  • Daya Listrik 200 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Rak susun 6 tingkat
  • Harga Rp 2.150.000,

Kode Produk ST (C-1000)

Penetas telur C-1000

  • Kapasitas maks 1100 butir telur ayam kampung
  • Ukuran 90×60×125 cm
  • Daya Listrik 250 watt, 220 volt
  • Bahan : multipleks
  • Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan
  • Rak susun 6 tingkat
  • Harga Rp 3.000.000,

Setelah uji coba beberapa waktu dan berdasarkan masukan dari pengguna mesin penetas telur, kami merenovasi kembali mesin tetas untuk kapasitas 500 butir dan 1000 butir telur. Untuk itu kami terpaksa menyesuaikan harga karena ada penambahan dan penggantian komponen. Mohon untuk dimaklumi

DAPATKAN DISKON untuk TENDER ATAU PROYEK

Jangan ragu untuk investasi jangka panjang anda. Membeli Mesin penetas telur adalah salah satu pilihan investasi yang tepat. Buktikan dan raih keuntungannya!!!

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Sentralternak
Jl. Mertojoyo Blok N-2 Malang – Indonesia
Phone :

  • +62341 9127374 (Flexy)
  • +6281 555 640 540 (Indosat)
  • +62812 33 363618 (Telkomsel)

Rek BCA No.1840101092 a.n Agus Harianto
Email : sentralternak@yahoo.com atau cukup ketik MT#Kode produk#Kota Pengiriman ke salah satu no di atas.

Dipublikasi di Mesin Penetas Telur | Meninggalkan komentar

Faktor Penentu Penetasan Telur Unggas

Mesin penetas merupakan alat buatan manusia sebagai duplikat induk buatan. Cara kerja mesin ini sama persis tingkah laku induk betina selama mengerami telurnya. Akan tetapi alat ini mempunyai kelebihan yaitu mampu menetaskan telur dalam jumlah banyak pada saat dan waktu yang bersamaan. Akan tetapi ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus selama proses penetasan berlangsung, diantaranya :More...

1. Sumber panas

Sumber panas dalam mesin harus terbebas dari gangguan selama proses berjalan. Apabila mesin penetas masih menggunakan sumber panas dari minyak tanah maka perlu diusahakan pengontrolan minyak tanah dan nyala apinya. Apabila sudah menggunakan listrik sebagai sumber panas maka perlu cadangan energi seperti diesel, generator atau jen set.

2. Air

Air sangat dibutuhkan mesin penetas untuk mengatur kelembapan dalam ruang. Tanpa air, kemungkinan kegagalan menjadi lebih besar. Air memang berhubungan erat dengan daya tetas telur. Oleh karena itu pada saat memasuki periode kritis, air harus selalu tersedia secara maksimal. Karena pada saat periode kritis ruangan sudah tidak di buka lagi sehingga air perlu dipersiapkan ketika akan memasuki periode kritis.

3. Operator

Operator adalah orang atau petugas yang melaksanakan atau melayani tugas selama proses penetasan berlangsung. Operator haruslah orang yang terampil, telaten, dan sabar. Seorang operator perlu untuk membuat catatan-catatan selama proses penetasan berlangsung. Hal ini berguna untuk perbandingan setiap dilakukan penetasan dan sebagai bahan perbandingan pada pelaksanaan penetasan selanjutnya. Beberapa hal yang harus dikerjakan selama proses penetasan berlangsung antara lain : pengaturan suhu, pengaturan kelembaban, pengaturan ventilasi, pemutaran telur, peneropongan telur, dan pengamatan periode kritis.*(SPt)

Anda dapat mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumber : www.sentralternak.com

Dipublikasi di Artikel Penetasan Telur | Meninggalkan komentar

Perkembangan Embrio Semasa Pengeraman

perkembangan embrio dalam telur

http://www.sentralternak.com, Masa pengeraman selama 21 hari merupakan masa yang kritis untuk menentukan menetasnya seekor anak ayam lagi di dunia ini. Embrio di dalam telur ini tumbuh secara luar biasa setiap harinya sampai akhirnya menetas menjadi anak ayam dan menghirup udara dunia. Dengan mengetahui perkembangan embrio semasa pengeraman harapannya adalah hasil yang kita capai nantinya (daya tetas) lebih maksimal dan sesuai harapan.

Artikel ini kami salin dari buku yang berjudul “Sukses Menetaskan Telur Ayam” yang disusun oleh tim redaksi agromedia pustaka dengan beberapa tambahan yang diperlukan. Secara garis besar, perkembangan embrio selama 21 hari pengeraman adalah sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Penetasan Telur | Meninggalkan komentar

Berbagi Pengalaman Menetaskan Telur Unggas

Salah satu tujuan kita menetaskan telur adalah untuk mempercepat jumlah populasi atau paling tidak menyeimbangkan jumlah populasi terutama komoditi unggas. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk mencapainya kecuali dengan cara mengadopsi teknologi dan mengubah cara beternak kita. Teknologi yang bisa kita adopsi antara lain penetasan telur dengan mesin penetas telur dan teknologi inseminasi buatan (IB). Sedangkan mengubah cara beternak yaitu beralih dari model beternak secara ekstensif ke model beternak secara intensif.

Melalui media ini kami ingin mengajak kepada pembaca untuk berbagi pengalaman seputar kiat sukses dalam menetaskan telur unggas. Penetasan telur unggas dengan mesin penetas telur sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, akan tetapi sedikit dari kita yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut dan berhasil dengan baik. Kita-kiat sukses dalam menetaskan telur unggas sebenarnya sudah kami sampaikan ketika acara training atau melalui tulisan-tulisan kami sebelumnya. akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada kiat yang belum tersampaikan. Karena pengalaman setiap orang berbeda dan meniru kesuksesan seseorang bukanlah suatu aib.

Kesuksesan orang lain yang berasal dari usaha kita bukanlah ancaman bagi kita akan tetapi pahala kebaikanlah yang kita harapkan. Ancaman impor daging beku unggas sudah di depan mata dan inilah sesungguhnya ancaman yang perlu kita waspadai dan antisipasi. Maka untuk itu, sudahkah kita bertanya pada diri sendiri usaha apa yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan ternak kita dan harga komoditi kita?

Sentralternak memberikan kesempatan kepada pembaca semua untuk berbagi pengalaman kepada sesama. Insyaallah kami akan memberikan imbalan untuk pemberi kiat sukses menetaskan telur dengan mesin tetas terbaik dan yang termuat. Insyaallah kalau kita semua ikhlas berbuat untuk kepentingan orang lain akan mendapat pahala disisi Allah SWT.

Kriteria yang harus ada :

  1. Spesifikasi mesin yang digunakan (ukuran, daya listrik, bahan, dan tata cara kerja)
  2. Jenis telur yang di tetaskan
  3. Hasil akhir yang dicapai (persentase daya tetas)
  4. Sistematika penulisan

Anda bisa mengirimkan tulisan anda melalui surat ke Sentralternak, Jl. MertojoyoN2 Malang 65144 atau via email : sentralternak@yahoo.com. Untuk keterangan lebih lanjut dpat menghubungi kami atau SMS di 081.555.640.540, 081.233.3636.18

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar