Tips dan Trik dalam Penetasan Telur Unggas

Berikut adalah hasil conferensi training online gratis yang diadakan sentralternak.com pada tanggal 30 Agustus 2008 dengan tema Tips dan Trik dalam menetaskan telur unggas. Bertindak selaku pemateri Adalah Bpk. Agus Harianto S.Pt

Sesi pembukaan diisi dengan perkenalan peserta. Yang istimewa dalam acara kali ini adalah turut ikutnya peserta training dari New Zealand, di samping peserta-peserta lain dari dalam negeri. Perkenalan peserta berlangsung dalam waktu kurang lebih 5 menit karena bisa disingkat perkenalannya dengan mengikuti format yang sudah ada yaitu menyebutkan : nama, asal, pekerjaan, dan no telepon.

Pengantar : Menetaskan telur

Adalah usaha untuk menetaskan telur unggas dengan bantuan mesin penetas telur yang sistem atau cara kerjanya mengadopsi tingkah laku (behaviour) induk ayam atau unggas lainnya selama masa mengeram. Oleh karena itu tak heran jika banyak orang yang menyebut alat ini dengan istilah mesin penetas telur dan ada sebagian orang yang menggunakan istilah setter (ruang pengeraman) dan hatcher (ruang penetasan).

Beragam hasil yang akan dicapai dalam proses penetasan telur. Apabila telur menetas dengan baik maka perasaan puas yang akan dirasakan, akan tetapi bila telur banyak yang tidak menetas alias gagal menetas maka perasaan kecewa yang akan muncul dan akan timbul tindakan mencari biang kegagalan. Mulai dari sikap menyalahkan pihak lain sampai-sampai anggapan negatif akan muncul secara beruntun tanpa disertai dengan evaluasi dari kegiatan atau tindakan yang telah dilakukan. Nah untuk menghindari hal-hal tersebut kami mencoba mengangkat tema ini untuk dijadikan bahan diskusi atau pembelajaran kita bersama agar kita lebih dewasa dalam mengambil sikap dan untuk mengambil pelajaran tentunya.

Mengapa perlu menetaskan telur ?

  1. Karena ada jenis unggas yang mempunyai naluri atau sifat mengeram sedikit atau bahkan tidak punya sifat itu seperti itik, ayam arab, dan puyuh. Kalau menggunakan jasa menthok atau lainnya maka perlu tambahan biaya untuk pemeliharaan menthok tersebut.
  2. Jumlah telur yang mampu dierami induk terbatas sehingga menyulitkan manajeman pemeliharaan. Coba anda bayangkan apabila anda mempunyai 10 ekor induk. Saat sekarang ada yang menetas, tiga hari kemudian ada yang menetas lagi, dua minggu ada yang menetas lagi, bahkan ada yang menetas mungkin satu-dua bulan lagi. Betapa kacaunya model pemeliharaannya karena harus punya beberapa kandang pembesaran.
  3. Agar produksi dari seekor induk lebih banyak. Hal ini disebabkan umur untuk berproduksi berkurang dengan adanya sifat mengeram dan mengasuh anak. Sehingga yang semula seekor induk hanya mampu berproduksi telur hanya 60-75 butir/tahun dapat meningkat menjadi 100-120 butir/tahun.
  4. Sebagai sarana pencegahan penyakit. karena di dalam proses penetasan buatan terdapat program penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas dengan desinfektan. Kalau penyucihamaan dilakukan dengan benar maka dapat memutus jalur penyebaran penyakit yang merugikan dapat merugikan.

Langkah-langkah persiapan sebelum penetasan dimulai :

Sebelum proses penetasan dimulai ada baiknya memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : Seleksi atau pemilihan telur tetas. Meliputi : berat telur, bentuk telur, keadaan kulit telur, rongga udara, umur telur dan cara penyimpanannya. Keterangan dari ke-5 hal di atas Bapak/Ibu buka di http://www.sentralternak.com. Kemudian memperhatikan faktor penentu penetasan yang meliputi panas, air, pergerakan udara dan operator mesin tetas. Keterangannya juga bisa di baca di tempat yang sama. Bisa juga ditambahkan kegiatan penyucihamaan ruangan mesin tetas. Kemudian persiapan memasukkan telur ke dalam mesin tetas yang meliputi pengaturan suhu dan kelembaban, dan mempersiapkan pemanas cadangan apabila mesin tetas yang dipakai bertipe hibryd (dua pemanas).

Bedakan istilah daya fertilitas dengan daya tetas

Ada dua istilah penting dalam proses penetasan telur dengan mesin penetas buatan, pertama daya fertilitas dan yang ke dua daya tetas. Daya fertilitas adalah persentase jumlah telur yang fertil (dibuahi, dikawini) dari jumlah telur yang kali pertama masuk mesin tetas. Semakin tinggi angka yang diperoleh maka semakin baik pula kemungkinan daya tetasnya. Hal-hal yang mempengaruhi daya fertilitas antara lain : asal telur (hasil dari perkawinan atau tidak), ransum induk, umur induk, kesehatan induk, rasio jantan dan betina, umur telur, dan kebersihan telur.

Ada satu tips untuk mendapatkan daya fertilitas yang tinggi yaitu anda membeli telur yang sudah diketahui ada bibitnya. Caranya bagaimana? anda membeli telur dari pengepul besar yang sekaligus berprofesi sebagai penetas. Ciri telurnya adalah sudah dimasukkan ke dalam mesin tetas minimal 12 jam sebelumnya dan telah dilakukan peneropongan untuk mengetahui ada tidaknya bibit. Peternak atau penetas yang berpengalaman akan dapat mengetahui telur-telur yang ada bibitnya. Memang harga ada selisih sekitar Rp 200-300/butir, tetapi fertilitas telur dapat dijamin 95% ke atas. Hal ini sudah kami lakukan dan rata-rata pembeli merasa puas dengan hasil yang dicapai. Tetapi ada satu kelemahan untuk masalah ini yaitu usahakan waktu antara membeli telur yang sudah diketahui bibitnya dengan jarak rumah anda tidak lebih dari 8-10 jam.

Sedangkan daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dari jumlah telur yang fertil. Nah untuk masalah yang satu ini baru diketahui setelah proses penetasan berakhir. Di antara faktor yang mempengaruhi antara lain operator dan kualitas mesin tetasnya sendiri. Seorang operator mesin tetas mempunyai tanggug jawab penuh mulai telur masuk pertama kali hingga proses penetasan selesai. Hal-hal yang dilakukan oleh seorang operator adalah pengontrolan suhu, kelembaban, pemutaran atau pembalikan telur, peneropongan telur dan fumigasi mesin tetas. Sedangkan kualitas mesin tetas adalah tanggung jawab produsen mesin tetas sepenuhnya. Sehingga untuk mengetahui kualitas mesin adalah dengan bertanya langsung kepada yang sudah menggunakannya atau dengan mencobanya langsung.

Jenis mesin penetas telur

Pada intinya semua mesin penetas sama berdasarkan cara kerjanya akan tetapi beda dalam hal harga, bahan, cara pengoperasiaannya, dan sebagainya. Produsen pun begitu ada yang hanya berorientasi bisnis semata dan ada juga yang berorientasi untuk kemajuan perunggasan masa depan. Berdasarkan cara kerjanya mesin ini dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu mesin penetas manual, mesin penetas semi otomatis atau semi modern dan mesin penetas full otomatis atau modern.

Yang terbaik apa? Secara jujur kami tidak bisa mengatakan mana yang terbaik. Karena secara sportif dari berbagai jenis dan tipe mesin penetas memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Jadi menurut kami untuk mengatakan yang terbaik perlu ditinjau dari beberapa segi :
1. Harga, memang harga selalu identik dengan kualitas. Tapi ingat, hal itu tidak berarti yang mahal pasti berkualitas atau sebaliknya
2. Bahan yang digunakan. Apakah kemampuan dari bahan yang digunakan dari pengaruh benda lain seperti alat berat, air, panas, api dan lainnya
3. Cara pengoperasian mesin. Membeli mesin yang disertai buku petunjuk pengoperasian adalah lebih baik begitu pula datang langsung untuk mengetahui cara kerja produk yang akan kita beli
4. Cara mengganti komponen apabila terjadi kerusakan. Pastikan ketika anda memutuskan membeli suatu produk sudah ada gambaran cara memperbaiki kalau ada kerusakan di tengah jalan.
5. Suku cadang mesin (spare part)

Maka ke-lima hal tersebut dapat kita jadikan sebagai patokan dalam menilai sebuah mesin penetas dan juga sebagai pertimbangan apabila anda tertarik dan memutuskan membelinya.

Beberapa tips telah kami sampaikan dalam acara training ini, diantaranya tips pembersihan kulit telur, pembalikan telur, pemindahan posisi, kontol suhu dan kelembaban, dan penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas.

Terimakasih kami sampaikan kepada peserta yang telah aktif mengikuti kegiatan ini. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat bagi kita semuanya. Sampai berjumpa di bulan September 2008 dengan acara yang sama. Insyaallah kalau tidak ada udzur kami akan menyampaikan materi dengan tema “Peluang Beternak Itik”. *(SPt)

Saran dan kritik dapat disampaikan di alamat email : sentralternak@yahoo.com. Untuk pemesanan produk bisa menghubungi kami di (0341) 9127374 atau 081.555.640.540 (call or sms). Buktikan segera layanan kami!!!

Silahkan mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : http://www.sentralternak.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bila Telur Unggas Gagal Menetas

telur yang gagal menetas

http://www.sentralternak.com, Pembibitan unggas terutama ayam kampung dan itik yang selama ini dilakukan oleh peternak di pedesaan kini sudah meningkat menjadi usaha yang yang dikelola secara intensif. Ini merupakan buah dari perkembangan teknologi informasi sehingga kemampuan mengadopsi teknologi oleh masyarakat perdesaan juga meningkat. Begitu juga dengan teknologi di bidang pembibitan unggas, khususnya dalam penerapan penggunaan mesin penetas untuk menetaskan telur. Proses penetasan telur dengan menggunakan mesin penetas, asal memenuhi syarat-syarat yang memenuhi standar seperti panas, kelembaban, perputaran udara dan kebersihan telur dapat diperkirakan hasilnya.

Beragam hasil yang akan dicapai dalam proses penetasan telur. Apabila telur menetas dengan baik maka perasaan puas yang akan dirasakan, akan tetapi bila telur banyak yang tidak menetas alias gagal menetas maka perasaan kecewa yang akan muncul dan akan timbul tindakan mencari biang kegagalan. Mulai dari sikap menyalahkan pihak lain sampai-sampai anggapan negatif akan muncul secara beruntun tanpa disertai dengan evaluasi dari kegiatan atau tindakan yang telah dilakukan. Nah untuk menghindari hal-hal tersebut kami mencoba mengangkat judul ini agar kita lebih dewasa dalam mengambil keputusan, menjalankan usaha, dan untuk diambil pengalaman tentunya.

Ada dua istilah penting dalam proses penetasan telur dengan mesin penetas, pertama daya fertilitas dan yang ke dua daya tetas. Daya fertilitas adalah persentase jumlah telur yang fertil (dibuahi, dikawini) dari jumlah telur yang kali pertama masuk mesin tetas. Semakin tinggi angka yang diperoleh maka semakin baik pula kemungkinan daya tetasnya. Hal-hal yang mempengaruhi daya fertilitas antara lain : asal telur (hasil dari perkawinan atau tidak), ransum induk, umur induk, kesehatan induk, rasio jantan dan betina, umur telur, dan kebersihan telur.

Pernah ada pertanyaan yang masuk kepada kami yaitu apakah telur yang kita beli dari tukang jamu atau pasar dapat ditetaskan? Maka kami jawab, asalkan telur itu hasil dari perkawinan, dan umurnya tidak terlalu lama maka masih bisa ditetaskan. Tetapi zaman sudah berubah sebagai akibat reformasi di segala bidang. Apabila anda pergi ke pasar dan hendak membeli telur ayam kampung maka telur ayam arablah yang akan anda terima. Mengapa? Karena pasar kita sudah memberi label telur ayam kampung pada telur ayam arab. Sehingga kalau anda ingin membeli telur ayam kampung asli maka anda perlu menambahkan kata ASLI jika anda membeli telur ayam kampung di pasar

Sedangkan daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dari jumlah telur yang fertil. Nah untuk masalah yang satu ini baru diketahui setelah proses penetasan berakhir. Di antara faktor yang mempengaruhi antara lain operator dan mesin tetasnya sendiri. Seorang operator mesin tetas mempunyai tanggug jawab penuh mulai telur masuk pertama kali hingga proses penetasan selesai. Hal-hal yang dilakukan oleh seorang operator adalah pengontrolan suhu, kelembaban, pemutaran atau pembalikan telur, peneropongan telur dan fumigasi mesin tetas. Sedangkan kualitas mesin tetas adalah tanggung jawab produsen mesin tetas sepenuhnya. Sehingga untuk mengetahui kualitas mesin adalah dengan bertanya langsung kepada yang sudah menggunakannya atau dengan mencobanya langsung.

Kalau kita sudah mengetahui dan memahami arti kedua istilah tersebut (daya fertilitas dan daya tetas) maka sudah ada gambaran sekarang mengapa telur-telur unggas kita gagal menetas. Coba anda ingat-ingat faktor apa yang telah sampai menggagalkan proses penatasan anda kali ini. Kalau sudah ketemu maka buat catatan tersendiri untuk bahan evaluasi proses penetasan berikutnya.

Ada satu lagi faktor yang cukup penting tetapi sering di abaikan oleh para pembibit unggas yaitu masalah penyakit. Penyakit pada telur tetas umumnya jarang dijumpai pada usaha pembibitan yang berskala besar karena secara khusus penularan penyakit pada telur tetas tersebut pasti telah diantisipasi dengan memotong jalur penyebarannya yaitu dengan penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas dengan desinfektan. Tetapi pada peternakan rakyat dengan model pemeliharaan ekstensif usaha untuk mendapatkan telur tetas yang bebas penyakit masih mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan peternak dalam mendeteksi dan membasmi penyakit yang ditularkan melalui telur.

Apa resiko dari penyebaran penyakit yang diturunkan dari induk ke telur? Jawabnya yaitu penyakit tersebut dapat menyebabkan daya tetas telur menurun. Dan apabila anak ayam itu terus hidup, ayam tersebut mempunyai pertahanan tubuh yang lemah serta mudah terserang penyakit dan resiko paling tinggi adalah kematian. Penularan penyakit melalui telur terjadi pada saat proses pembentukan telur sedang berlangsung pada saluran telur ayam betina. Sehingga apabila saluran telur sudah tercemar virus atau bakteri penyakit tertentu, maka telur yang terbentuk akan membawa bibit bakteri atau virus tersebut baik selama proses penetasan berlangsung dan setelah telur itu menetas

Untuk mencegah penularan penyakit pada telur, maka induk yang menghasilkan telur tetas harus selalu diperhatikan kesehatannya dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan teratur. Selain itu juga tetap menjaga sanitasi lingkungan sekitar baik kandangnya langsung ataupun peralatan ternaknya dan juga nutrisi pakan dari induk tersebut. Bagaimanapun juga kondisi tubuh yang kurang sehat akan mudah terserang penyakit. Perlakuan penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas akan meminimalkan dan bisa memutus penyebaran penyakit tertentu.

Kesimpulannya adalah dengan pengaturan suhu yang stabil antara 38-39º (100-103º F), kelembaban sekitar 60-70% dan aliran udara yang tepat merupakan syarat mutlak agar proses penetasan telur berhasil dengan baik. Apabila syarat teknis ini telah terpenuhi, maka dengan memilih telur dari induk yang unggul, sehat dan memiliki ukuran serta bentuk yang normal, maka usaha penetasan tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik. Dan yang penting sekarang kita sudah mengetahui dan mengerti apa yang harus kita perbuat apabila telur yang kita tetaskan gagal menetas.

Mungkin anda perlu juga untuk membaca artikel kami dengan judul memilih calon induk, seleksi telur tetas, faktor penentu penetasan dan analisa kegagalan dalam penetasan telur unggas. Semoga bermanfaat bagi kita semua.*(SPt)

Anda dapat mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumbernya : http://www.sentralternak.com kritik dan saran dapat di alamatkan di sentralternak@yahoo.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Analisa Kegagalan dalam Penetasan Telur Unggas

http://www.sentralternak.com. Ada beberapa problem dalam penetasan yang sering muncul sehingga menyebabkan penetasan yang dilakukan menjadi ‘gagal’. Dari kegagalan tersebut, semestinya dijadikan sebagai pengalaman berharga dan dicari sumbernya sehingga di waktu-waktu yang akan datang tidak terjadi kegagalan kembali. Berikut kami sebutkan beberapa masalah dalam penetasan berikut analisa kegagalannya.

Telur jernih dan infertil
Analisa kegagalan :
1. telur tidak terbuahi karena rasio jantan dan betina tidak tepat
2. ransum induk kurang memenuhi syarat
3. pejantan terlalu tua
4. perkawinan preferensial
5. pejantan yang steril
6. embrio mati terlalu awal akibat penyimpanan yang terlalu lama

Blood rings (kematian awal dari embrio)
Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. fumigasi tidak benar
3. kekurangan oksigen
4. pemutaran telur kurang banyak atau telur tidak diputar
5. penyimpanan telur terlau lama

Kematian tetasan dalam shell
Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. telur tidak dibalik
3. ransum induk tidak memenuhi syarat
4. ventilasi tidak cukup
5. kemungkinan ada penyakit

Telur telah mulai retak (pipping) tapi tidak mau menetas
Analisa kegagalan :
1. kelembaban kurang
2. kelembaban terlalu tinggi pada tahap awal penetasan
3. ransum induk tidak memenuhi syarat

Menetas terlalu cepat/lambat dan menempel
Analisa kegagalan :
1. suhu yang terlalu tinggi atau rendah dan kelembaban yang tidak tepat

Hasil tetasan lemah
Analisa kegagalan :
1. suhu terlalu tinggi
2. bibit kurang bagus

Hasil tetasan kecil-kecil
Analisa kegagalan :
1. telur tetas juga kecil-kecil
2. kelembaban kurang

Hasil tetasan yang tidak menentu
Analisa kegagalan :
1. umur telur yang terlalu bervariasi

Bentuk yang tidak normal (malformed)
Analisa kegagalan :
1. suhu tidak tepat
2. pengaturan telur serta pembalikan telur tidak tepat

Analisa kerusakan mesin penetas otomatis

Lampu tidak menyala
Analisa kegagalan :
1. hubungan kabel pada steker, terminal atau micro switch
2. micro switch rusak

Mesin mati di tengah-tengah waktu penetasan berlangsung
Analisa kegagalan :
1. micro switch rusak atau terbakar

Lampu menyala terus, tidak mau padam
1. micro switch rusak
2. kapsul thermostat rusak atau bocor

Bebarapa tips dalam membeli mesin penetas telur :

Bebarapa tips dalam membeli mesin penetas telur :

  1. Pilihlah mesin penetas telur yang sudah teruji kemampuanya
  2. Pilihlah mesin penetas telur yang mempunyai extra pemanas darurat (double pemanas) sebagai cadangan untuk mengantisipasi apabila sumber energi utama rusak atau mati
  3. Mudah untuk mendapatkan spare partnya
  4. Cek harga di tempat lain, siapa tau dengan kualitas produk sama, tetapi bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah
  5. Membeli mesin penetas telur tidak di tempat yang hanya menjual produk akan tetapi juga menyediakan jasa layanan konsultasi pasca pembelian. Semoga bermanfaat*(SPt)

Silahkan Anda mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : http://www.sentralternak.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Seleksi Telur Tetas (Seri Ayam Kampung)

Seleksi elur tetas

Penetasan telur dengan mesin tetas akhir-akhir ini semakin populer. Hal ini disebabkan jumlah telur yang mampu ditetaskan bisa puluhan bahkan ratusan kali dengan cara penetasan alami. Dengan cara berkembangnya cara penetasan ini, seleksi telur tetaspun akan sangat menentukan berhasil tidaknya penetasan yang akan dilakukan. Harapannya adalah dari telur yang baik akan menghasilkan anak tetasan yang baik pula. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam seleksi telur tetas :

Berat telur

Berat telur yang ditetaskan sangat berpengaruh terhadap anak yang akan di hasilkan. Pengalaman para pembibit menunjukkan bahwa telur-telur dengan berat kurang dari 40 gram atau lebih dari 45 gram memiliki daya tetas yang lebih rendah dibandingkan dengan telur yang memiliki berat antara 40-45 gram. Berat telur yang seragam akan menghasilkan anak hasil tetasan yang seragam pula. Biasanya, berat telur yang dihasilkan ayam memiliki grafik meningkat, seiring dengan bertambahnya umur, kemudian akan stabil setelah ayam berumur lebih dari 12 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh berat telur terhadap persentasi (%) daya tetas. Intinya pemilihan telur tetas sangat penting dilakukan sebelum penetasan berlangsung.

Bentuk telur

Bentuk telur yang baik adalah bulat telur, perbandingan lebar dengan panjang adalah 3:4. Telur yang terlalu bundar atau lonjong biasanya tidak banyak yang menetas oleh karena isi bagian-bagian telur tidak seimbang. Perlu diketahui bahwa telur terbagi menjadi tiga bagian yaitu kulit telur (kerabang), albumin (putih telur), dan Yolk (kuning telur). Proporsi albumin dan yolk yang tidak seimbang akan berpengaruh terhadap pembentukan bagian-bagian tubuh unggas.

Keadaan kulit telur

Telur yang kulitnya kotor akibat kotoran ayam atau sisa pakan, memiliki daya tetas yang lebih rendah daripada telur yang bersih. Meskipun tampak tertutup rapat, kulit telur sebenarnya memiliki pori-pori yang masih bisa ditembus oleh udara dan kuman penyakit. Jika kulit telur kotor, kuman penyakit hampir bisa dipastikan berada di kotoran tersebut. Kuman penyakit akan dengan leluasa masuk ke dalam telur dan menyebabkan kematian embrio. Di samping itu, kotoran juga menyumbat sirkulasi udara. Sebaliknya jika kulit telur dalam keadaan bersih, kuman penyakit kecil kemungkinan bisa masuk ke dalam telur dan sirkulasi udara juga lancar. Karenanya, sebelum dimasukkan ke dalam mesin tetas, telur harus di bersihkan terlebih dulu dengan desinfektan seperti air hangat, alkohol 70%, formalin 40%, kalium permanganat (KMNO4) dan jenis desinfektan lainnya.

Rongga udara

Telur tetas yang baik adalah yang letak rongga udaranya tetap, yaitu di bagian ujung telur yang tumpul. Rongga udara ini erat hubungannya dengan posisi pertumbuhan embrio dalam telur. Cara melihatnya cukup dengan lampu pijar berdaya 40 watt.

Umur telur dan cara penyimpanannya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur yang disimpan kurang dari 7 hari lebih tinggi dibandingkan dengan telur tetas yang disimpan lebih dari 7 hari. Telur yang disimpan terlalu lama, apalagi dalam kondisi lingkungan yang kurang baik bisa menyebabkan penurunan berat akibat bertambah besarnya rongga udara. Di samping itu, kadar karbondioksida (CO2) dan airnya meningkat, sehingga isi sel telur semakin encer dan daya tetasnya menurun. Penyimpanan telur yang ideal untuk tetap mempertahankan daya tetasnya adalah pada kisaran suhu 10º – 18ºC dan kelembapan 60-75%. Cara penyimpanan telur yang benar adalah rongga udara berada di atas.

Ratio induk jantan dan induk betina

Ratio induk jantan dan induk berita idealnya adalah 1:8-10 artinya seekor pejantan hanya mengawini sekitar 8 – 10 ekor induk betina. Umur induk (jantan dan betina) yang dianjurkan adalah telah berumur lebih dari 12 bulan walaupun Induk jantan sudah mampu mengawini betina pada umur 9-10 bulan dan induk betina sudah mampu memproduksi telur pada umur 6-7 bulan. Akan tetapi berdasarkan pengalaman, telur yang dihasilkan oleh induk berumur lebih dari 12 bulan memiliki daya tetas yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang dihasilkan oleh induk yang berumur kurang dari 12 bulan. *(SPt)

Silahkan mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumber : www.sentralternak.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Identifikasi Telur Dalam Mesin Tetas

identifikasi telur

Telur fertil

Setelah telur dimasukkan ke dalam mesin tetas dan telah berlalu masa kritis pertama maka dilakukan pemeriksaan telur pada hari ke-4 atau ke-5. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi yang sudah berpengalaman. Mereka yang berpengalaman dapat mengidentifikasi telur hanya dalam sehari. Setelah telur diperiksa dengan teropong telur (egg candling) maka telur akan dapat dibedakan sebagai berikut :

Telur kosong

Keadaan di dalam telur tampak jernih, tanpa ada serabut-serabut urat, rongga udara tidak terdapat perubahan dan tidak tampak adanya kehidupan. Kuning telur. Telur dikeluarkan dari mesin tetas dan masih baik untuk dikonsumsi.

Telur mati

Telur mati ditandai dengan bintik hitam atau pelangi warna merah dan tidak menunjukkan adanya pergerakan dari kehidupan. Telur yang sudah yakin mati dapat langsung dikeluarkan dari mesin tetas, akan tetapi telur yang masih meragukan statusnya dibiarkan dulu dengan diberi tanda khusus.

Telur hidup

Ditandai dengan adanya serabut urat, rongga udara meluas dan tampak adanya kehidupan di dalam telur. *(SPt)

Silahkan mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumber : www.sentralternak.com


Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Agar Penetasan Kita Berhasil

Tak terasa hampir dua bulan lebih kami tidak menyapa pembaca semua baik dengan menulis artikel atau lainnya. Itu semua tidak lain adalah kesibukan kami dengan sedikit lebih fokus kepada membuat program baru agar lebih bermanfaat bagi kita semua. Syukur alhamdulillah, dari pemikiran kami muncul ide program WISATA TERNAK yang kami menilainya sebagai pengganti program yang pernah berjalan selama kurang lebih empat bulanan yaitu training on-line gratis. Mudah-mudahan kami bisa tetap komitmen di sektor peternakan dan harapan kami adalah adalah sentralternak milik kita bersama, mari kita dukung dan kembangkan.

Untuk artikel pertama setelah libur panjang tidak menulis, kami akan mengangkat tema seputar penetasan telur. Banyak sudah pertanyaan via kontak langsung, email, sms, yang menanyakan tentang tingkat keberhasilan dalam uji coba mesin penetas telur yang dibelinya baik dari kami secara langsung atau dari tempat/produsen lain. Kebanyakan dari mereka hanya berhasil menetas 40-60% dari jumlah telur yang fertil (selanjutnya disebut dengan daya tetas). Mereka tidak puas dengan hasil tersebut dan ingin mengetahui penyebab kurang berhasilnya proses penetasan tersebut.

Secara umum kami menjawab, “daya tetas 40-60% untuk seorang pemula yang baru kali pertama mengoperasikan mesin penetas telur adalah sudah cukup berhasil. Yang berpengalaman saja (5, 10, bahkan 15 tahun) mungkin hanya mampu mencapai angka 80-90% dan kadang lebih rendah dari itu. Kami dulu ketika baru mengenal mesin penetas telur pada awal-awal kuliah hanya berhasil mencapai angka yang sama. Padahal teori sudah kami peroleh baik secara otodidak maupun penjelasan langsung bapak/ibu dosen pengajar. Bahkan pernah suatu kali kami mengalami kegagalan total dalam suatu proses penetasan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi hasil tersebut bisa meningkat”. Nah untuk itu kami akan berbagi pengalaman dengan pembaca semua agar pengalaman kita bisa bermanfaat bagi orang lain.

Untuk memperoleh persentase hasil daya tetas yang memuaskan ada beberapa langkah yang bisa ditempuh, antara lain :

Menyeleksi telur tetas
Di sini kami tidak akan membahas cara pemilihan telur tetas karena pembahasan tersebut sudah pernah kami tulis sebelumnya di situs ini dan bisa di buka pada kolom artikel. Inti pembahasan bab ini adalah mencari dan memilih telur yang baik untuk ditetaskan yang meliputi penyeleksian terhadap bentuk telur, kebersihan kulit telur, besar kecilnya telur, keberadaan kantung udara, sex ratio jantan dan betina, dan lama penyimpanan telur.

Pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penetas telur
Cara menyimpanan telur yang baik adalah telur diletakkan dengan ujung yang tumpul berada di bagian atas. Suhu ideal penyimpanan antara 5-15°C. Di bawah batas tersebut embrio bisa mati dan di atas kisaran suhu tersebut embrio bisa berkembang dan menyebabkan penetasan yang lebih cepat. Cara pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penatas lainnya adalah dengan membersihkan kulit telur dari kotoran dan juga menyucihamakan telur dengan desinfektan.

Lokasi penempatan mesin penetas
Mesin tetas hendaknya ditempatkan pada ruangan yang terlindung dari sinar matahari atau terpaan angin. Yang ideal adalah di tempat yang tertutup atau kalau bisa tersembunyi, gelap akan tetapi masih mempunyai sirkulasi udara yang baik. Kondisi ini seperti halnya keadaan seekor induk betina sedang mengeram dan mungkinkah seekor induk betina mengeram di tempat yang terang? Untuk itu jangan sekali-kali menempatkan mesin penetas telur di depan atau belakang rumah, di depan pintu keluar masuk orang, dekat kamar mandi, dan di dekat dapur.

Sumber panas
Sumber panas mesin penetas telur bermacam-macam, ada yang memakai lampu templok (minyak tanah), briket batubara, listrik (bolam, nikelin, elemen magic jar), dan lain sebagainya. Kita perlu mempunyai cadangan sumber panas tersebut minimal satu unit untuk berjaga-jaga apabila sumber panas utama ada masalah. Mesin tetas semi modern atau modern biasanya sudah menggunakan double pemanas seperti kombinasi listrik dengan minyak tanah atau lainnya. Karena kebanyakan pada saat sekarang sumber panas yang digunakan adalah listrik maka bisa menyediakan cadangan minyak tanah, UPS, Genset atau diesel untuk mesin penetas telur kapasitas besar.

Persiapan mesin penetas telur
Satu hari sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin penetas telur, sebaiknya ruangan mesin telah disucihamakan dengan desinfektan. Banyak sudah jenis desinfektan yang ditawarkan oleh produsen obat dan kami tidak akan menyebutkannya di sini. Kotoran-kotoran yang melekat pada alas lantai mesin, rak pengeraman, dan dinding mesin dari sisa proses penetasan sebelumnya perlu dibersihkan juga. Setelah proses penyucihamaan selesai mesin ditutup kemudian mesin bisa dinyalakan dan dibiarkan sampai tercipta suhu yang stabil yaitu antara 38-40°C.

Mengatur temperatur dan kelembaban
Suhu pada mesin disetting berkisar antara 38-40°C dengan cara mengatur thermoregulator atau thermostatnya. Sedangkan kelembaban disetting pada kisaran antara 50-60%. Tempatkan thermometer dan hygrometer pada tempat yang mudah terlihat. Kami menyarankan untuk memakai thermometer yang terbuat dari air raksa dan kalau memungkinkan mempunyai double thermometer untuk pengecekan suhu karena bisa jadi thermometer yang kita miliki kurang keakuratannya.

Mengatur Sirkulasi Udara
Pada setiap mesin tetas biasanya selalu diberi ventilasi udara agar dapat terjadi pertukaran udara di dalam mesin dengan udara luar. Ventilasi udara dibuka mulai hari ke-4 sedikit demi sedikit sampai pada hari ke-7 lubang ventilasi sudah terbuka penuh. Untuk mesin penetas semi modern biasanya sudah disertai dengan fan (kipas) untuk membantu pemerataan panas dalam mesin dan membuang udara jika diperlukan.

Meneropong telur (candling)
Banyak anggapan bahwa setiap telur yang kita masukkan ke dalam mesin penetas telur akan menetas. Sebagian mereka tidak mengetahui bahwa hanya telur yang fertil saja (dibuahi) yang bisa menetas. Peneropongan terlur berfungsi untuk mengetahui jumlah telur yang infertil (tidak dibuahi), telur yang fertil, embrio yang tumbuh dan embrio yang mati. Pada perlakuan penetasan telur ayam kampung, peneropongan telur dilakukan minimal tiga (3) kali yaitu pada hari ke-3, 14, dan 18. Telur yang infertil atau mati embrio perlu dikeluarkan dari mesin penetas telur. Telur yang infertil masih bisa dikonsumsi sedangkan telur yang mati embrio bisa untuk campuran pakan ternak.

Memutar telur tetas
Kegiatan ini memang sangat menjemukan dan membutuhkan kesabaran. Pemutaran telur dilakukan mulai hari ke-4 sampai hari ke-18 untuk telur ayam kampung. Dalam satu hari minimal 3 kali telur dibalik. Kalau ingin hasil yang lebih baik telur bisa dibalik setiap 3 atau 4 jam sekali. Berdasarkan pengalaman sebagian penetas di Purwokerto, pembalikan telur setiap 3 jam sekali memberikan daya tetas sampai 90%.

Pendinginan telur
Kadang kita melihat seekor induk ayam akan meninggalkan sarang bertelurnya untuk mencari makan atau sekedar bergulung-gulung di tanah atau pasir. Tingkah laku tersebut bertujuan untuk mendinginkan telur. Pendinginan telur pada mesin penetas telur dilakukan saat kita melakukan peneropongan telur. Atau bisa juga untuk sesekali waktu kita buka pintu mesin penetas. Lama pendinginan telur bisa antara 10-15 menit.

Menjelang menetas
Saat ini disebut dengan periode kritis ke-2 dan biasanya banyak penetas yang gagal dalam menghadapinya. Pada tiga hari terakhir sebaiknya telur tidak perlu dibalik/diputar lagi. Kelembaban perlu dinaikkan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping) dengan cara penyemprotan telur dengan sprayer atau lainnya. Suhu perlu dipertahankan agar tetap stabil dan menghindari agar tidak terjadi kematian pada sumber pemanas (PLN atau lainnya).

Masa Transisi
Ketika anak ayam sudah menetas biarkan beberapa jam sampai bulu-bulunya mulai mengering dan segera pindah ke tempat lain yang telah dipersiapkan seperti kardus, box yang diberi alas jerami atau box khusus dengan pemanas sekalian. Jangan biarkan anak ayam terlalu lama dalam mesin penetas karena bisa menghalangi telur lainnya untuk proses menatas. Kebanyakan dari kita membiarkan anak ayam menetas semua dan tidak mengeluarkan anak ayam yang menetas lebih awal. Sehingga anak ayam yang menetas lebih awal akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati lemas.

Insyaallah dengan memperhatikan beberapa hal di atas proses penetasan kita akan berhasil dengan baik. Akan tetapi itu semua adalah usaha kita, hasil tetap berada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu setelah daya dan upaya kita kerahkan jangan lupa untuk berdoa kepada Yang Maha Pemberi Rizki agar penetasan kita berhasil dan bisa mendapatkan keuntungan yang maskimal. Selamat mencoba dan semoga kesuksesan selalu menyertai anda*(SPt)

Silahkan mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : http://www.sentralternak.com saran dan kritik bisa di sampaikan melalui email : sentralternak@yahoo.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mesin Penetas Telur

http://www.sentralternak.com, Mesin penetas telur adalah sebuah inovasi teknologi yang cara kerjanya mengadopsi tingkah laku (behaviour) induk ayam atau unggas lainnya selama masa mengeram. Oleh karena itu tak heran jika banyak orang yang menyebutnya dengan mesin penetas telur, mesin tetas telur, alat penetas telur, dan ada sebagian orang yang menggunakan istilah setter dan hatcher.

Banyak sudah macam mesin penetas yang ditawarkan oleh produsen mesin tetas. Pada intinya semuanya sama berdasarkan cara kerjanya akan tetapi beda dalam hal harga. Produsen pun begitu ada yang hanya berorientasi bisnis semata dan ada juga yang berorientasi untuk kemajuan perunggasan masa depan. Berdasarkan cara kerjanya mesin ini dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu mesin penetas manual, mesin penetas semi otomatis atau modern dan mesin penetas full otomatis atau modern. Berikut adalah sedikit keterangan dari ke tiga mesin tersebut :

Mesin penetas manual artinya pembalikan telur masih dilakukan satu-satu dengan sentuhan tangan langsung dan kontrol suhu masih belum otomatis. Kelebihan penetas manual adalah kontrol terhadap telur yang ditetaskan lebih terjaga. Kenapa? Karena, minimal 2-3 kali dalam sehari telur-telur tersebut dibalik sehingga kita mengetahui telur mana yang sudah dibalik dan yang belum dibalik. Kelebihan lainnya adalah pada waktu pembalikan telur kita bisa merubah posisi telur yang semula dipinggir dipindah ke tengah dan sebaliknya guna pemerataan suhu. Adapun kekurangannya adalah butuh tenaga dan waktu khusus untuk mengawasi dan pengoperasiakannya.

Mesin penetas semi otomatis atau semi modern artinya pembalikan telur ada yang sudah dengan sekali handle dan ada juga yang masih dibalik satu-satu. Kontrol suhu sudah otomatis baik dengan menggunakan thermostat atau thermoregulator. Kelebihan penetas semi otomatis adalah cara kerja yang lebih simple dan mudah dioperasikan. Adapun kekurangannya adalah harga lebih mahal jika dibandingkan dengan mesin mesin penetas manual dan kontrol terhadap telur yang ditetaskan kurang. Hal ini disebabkan oleh terlalu percayanya operator terhadap mesin ini sehingga beranggapan bahwa setiap telur yang dimasukkan mesin ini pasti menetas. Padahal kita tidak tahu kontrol suhu di dalam ruangan mesin sewaktu penetasan berlangsung.

Mesin penetas full otomatis atau modern artinya pembalikan dan control suhu semuanya serba otomatis. Mesin ini biasanya terdiri dari dua sekat atau ruang yaitu ruang untuk pengeraman saja (setter) dan ruang untuk persiapan telur yang akan menetas (hatcher). Kelebihan penetas full otomatis adalah pekerjaan menjadi ringan dan bisa mengoperasikan dalam jumlah banyak walau dengan tenaga kerja satu orang ketika masa pengeraman. Kekurangannya adalah dari segi harga, mesin ini mempunyai harga yang jauh berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan mesin penetas semi otomatis. Dan kalau ada gangguan sewaktu masa pengeraman akan berakibat fatal terhadap telur yang sedang ditetaskan. Akan tetapi hal ini jarang terjadi pada mesin yang full otomatis.

Dari semua jenis yang telah kami paparkan di atas manakah yang terbaik? Jawabnya adalah kembali kepada kita sendiri, seberapa modal yang kita punya, tujuan usaha yang akan kita dirikan dan berapa jumlah SDM yang akan mendukung usaha kita. Tidak ada salahnya apabila sebelum membeli anda bertanya tentang harga, spesifikasi produk, dan yang lainnya agar tidak menyesal dikemudian hari. Semoga bermanfaat. *(SPt)

Anda dapat mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumbernya : http://www.sentralternak.com

Untuk anda yang sedang mencari mesin penetas telur bisa mendapatkannya di sini, harga mulai Rp 190.000,- untuk kapasitas 30 butir telur ayam kampung. Tersedia mesin penetas telur mulai dari kapasitas 30 butir sampai 1000 butir. Segera hubungi bag. pemasaran kami di (0341) 9127374/ 081.555.640.540 via call or sms.

Dipublikasi di Artikel Penetasan Telur | Tag | Tinggalkan komentar